Harapan Seorang Pejalan Kaki
Kali
ini saya ingin membahas tentang nasib pejalan kaki di kota besar terutama Bekasi.
Siapa yang tidak menyukai berjalan kaki? Berjalan kaki merupakan olahraga
paling murah dan mudah sekali untuk dilakukan. Untuk menjaga kesehatan maka
jalan kaki adalah pilihan alternatif bagi seseorang yang malas untuk melakukan
olahraga berat. Karena dengan berjalan kaki kita tidak perlu mengeluarkan
banyak energi.
Apakah
kalian pernah merasa sulit untuk berjalan di trotoar sehingga harus turun ke
badan jalan? Seperti kalian ketahui entah mengapa di kotaku yang tercinta ini,
keadaan trotoar untuk pejalan kaki sangat memperhatinkan. Contoh simple saat
saya baru keluar gang walaupun saya harus akui daerah saya jalannyanya mulus
tidak ada lubang serta banyak pohon yang rindang. Namun, nasib trotoar hanya
tinggal kenangan. Masyarakat sekitar justru menggunakannya untuk berdagang, ada
yang seolah-olah tidak paham dan menganggap itu bagian dari halaman rumahnya
sehingga mereka urug dan tinggikan seenaknya.
Belum
lagi ketika seorang pejalan kaki ingin menyebrang jalan, nyawa adalah
taruhannya. Terkadang saya merasa iri dengan DKI Jakarta, karena dengan
banyaknya jalur busway mereka mempunyai banyak JPO (Jembatan Penyebrangan
Orang) yang sangat banyak. Berbeda sekali dengan kotaku ini, yang menurut saya
JPOnya masih sangat sedikit. JPO ini sangat diperlukan karena para pengendara
kendaraan bermotor di jabodetabek ini banyak yang kurang sabar.
Sedikit
cerita di masa lalu, ketika saya PPL di SMAN 89 Jakarta, ketika saya berdiri
menunggu angkutan umum di trotoar sekitar perbatasan Bekasi-Jakarta. Ketika itu
keadaan macet parah dan para pengendara motor naik ke trotoar dan salah satu
dari mereka ada yang mengatakan “udah tabrak aja”. Di benak saya, sebegitu pentingkah
waktu anda sehingga anda mengesampingkan aspek keselamatan orang lain??
Saya
sangat berharap suatu hari nanti kota saya bisa terbebas dari
pengendara-pengendara semeraut itu. Dan saya sangat memimpikan bekasi memiliki trotoar
yang cantik serta JPO yang memadai. Aamiin.
Comments
Post a Comment